1 Juli 2010

Tarakan (Paguntaka City)

Tarakan menurut cerita rakyat berasal dari bahasa tidung “Tarak” (bertemu) dan “Ngakan” (makan) yang secara harfiah dapat diartikan “Tempat para nelayan untuk istirahat makan, bertemu serta melakukan barter hasil tangkapan dengan nelayan lain.
Selain itu Tarakan juga merupakan tempat pertemuan arus muara Sungai Kayan, Sesayap dan Malinau.
Ketenangan masyarakat setempat agak terganggu ketika pada tahun 1896, sebuah perusahaan perminyakan Belanda, BPM (Bataavishe Petroleum Maatchapij) menemukan adanya sumber minyak di pulau ini. Banyak tenaga kerja didatangkan terutama dari pulau jawa seiring dengan meningkatnya kegiatan pengeboran.
Mengingat fungsi dan perkembangan wilayah ini, pada tahun 1923 perembangan wilayah ini, pada tahun 1923 Pemerintah Hindia Belanda merasa perlu untuk menempatkan seorang Asisten Residen di pulau ini yang membawahi 5 (lima) wilayah yakni; Tanjung Selor, Tarakan, Malinau, Apau Kayan dan Berau.
Namun pada masa pasca kemerdekaan, Pemerintah RI merasa perlu untuk merubah status kewedanan Tarakan menjadi Kecamatan Tarakan sesuai dengan Kepres RI No.22 Tahun 1963.

Letak dan posisi yang strategis telah mampu menjadikan kecamatan Tarakan sebagai salah satu sentra Industri di wilayah Kalimantan Timur bagian utara sehingga Pemerintah perlu untuk meningkatkan statusnya menjadi Kota Administratif sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.47 Tahun 1981. Status Kota Administratif kembali ditingkatkan menjadi Kotamadya berdasarkan Undang-Undang RI No.29 Tahun 1997 yang peresmiannya dilakukan langsung oleh Menteri dalam Negeri pada tanggal 15 Desember 1997, sekaligus menandai tanggal tersebut sebagai Hari Jadi Kota Tarakan.
Kota Tarakan menduduki posisi yang strategis, khususnya dalam konteks Propinsi Kalimantan Timur antara lain :

a. Kota Tarakan merupakan pusat pengembangan wilayah terpadu pembangunan tama Bagian Utara (SWP) meliputi : Kota Tarakan dan sekitarnya, Malinau-Sesayap-Tanjung Selor dan sekitarnya, Nunukan dan sekitarnya, sertaTanjung Redeb dan sekitarnya, sehinga menjadikan Tarakan sebagai penggerak pertumbuhan Wilayah Utara Propinsi Kalimantan Timur.


b. Sebagai pintu gerbang kedua Kalimantan Timur setelah Balikpapan bagi lalu lintas pelayaran dan penerbangan.


c. Merupakan Kota Transito masnusia, barang-barang dan jasa sebelum menyebar maupun didistribusikan ke daerah hinterlandnya (Kabupaten Berau, Nunukan, Bulungan dan Malinau).


d. Dari lingkup internasional, Tarakan tidak saja sebagai pusat transit perdagangan antar pulau di Kalimantan Timur bagian utara, bahkan menjadi pusat transit perdagangan bebas antara Indonesia-Malaysia-Filipina, sehingga dalam menyonsong prdagangan bebas sangat berdekatan dengan negara anggota BIMP-EAGA.

e. Kota Tarakan juga memiliki eksebilitas tinggi terhadap kota-kota lain untuk memudahkan usaha-usaha didalam kegiatan pemasaran dan pengembangan kegiatan dan distrbusi barang dan jasa karena aspek geo-politik, geo strategis, dan geo ekonomi yang sangat baik.

VISI
Kota pusat pelayanan perdagangan dan jasa yang berbudaya, sehat, adil, sejahtera dan berkelanjutan

MISI
1. Menumbuhkan kembangkan pelayanan umum yang handal sebagai pusat rujukan wilayah sekitarnya.
2. Meningkatkan aktifitas jasa perdagangan nasional dan internasional.
3. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkeadilan.
4. Melaksanakan pembangunan kota pulau yang sehat dan berkelanjutan.
5. Mengembangkan pola hidup dan sikap masyarakat kota tarakan yang berbudaya.

MOTTO
B ersih
A man
I ndah
S ehat
S ejahtera


mau liat poto-poto Tarakan Tempo Doeloe, silakan klik DISINI

jangan lupa komentar, kritik, atau sarannya yooo... thnx :)

Manfaat Kenapa Harus Berdzikir

Banyak orang yang ketika mendapat kesulitan maka mereka mencari cara-cara yang salah untuk dapat mencapai ketenangan hidup. Diantaranya dengan mendengarkan music, meminum khamr yang diharamkan Allah, atau bir atau obat terlarang lainnya. Mereka berharap agar bisa mendapatkan ketenangan. Yang mereka dapatkan bukanlah ketenangan yang hakiki, tetapi ketenangan yang semu. Karena cara yang mereka tempuh dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya.
Dzikir adalah perkara ibadah, maka dari itu dzikir harus mengikuti aturan Islam. Ada dzikir-dzikir yang sifatnya mutlak, jadi boleh dibaca kapan saja, dimana saja, dan dalam jumlah berapa saja karena memang tidak perlu dihitung.
Tetapi ada juga dzikir-dzikir yang terkait dengan tempat, missal bacaan-bacaan dzikir ketika mengelilingi (thawaf) di Ka’bah. Ada juga dzikir yang terkait dengan waktu, misal bacaan dzikir turun hujan. Juga ada dzikir yang terkait dengan bilangan, missal membaca tasbih, tahmid, dan takbir dengan jumlah tertentu (33 kali) setelah shalat wajib. Tentu tidak boleh ditambah-tambah kecuali ada dali yang menerangkannya.
Kalau seseorang membuat sendiri aturan-aturan dzikir yang tidak diterangkan oleh Islam, maka berarti dia telah membuat jalan yang baru yang tertolak. Karena sesungguhnya jalan-jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah itu telah diterangkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam. Patutkah kita menempuh jalan baru selain jalan yang telah diterangkan oleh Rasul Allah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam? Tentu tidak, karena agama Islam ini telah SEMPURNA. Kita harus mencukupkan dengan jalan yang telah diterangkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam.


Ada beberapa manfaat yang bias kita dapatkan dari berdzikir :

1.
Membuat hati menjadi tenang.

Allah berfirman, “Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28). Ingatlah firman Allah Jalla wa ‘Ala diatas, sehingga bila kita mendapat musibah atau kesulitan yang membuat hati menjadi gundah, maka ingatlah Allah, insya Allah hati menjadi tenang.

2. Mendapatkan pengampunan dan pahala yang besar.

“Laki-laki dan permpuan yang banya menyebut (nama) Allah tela menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (QS. Al-Ahzab: 35).

3. Dengan mengingat Allah, maka Allah akan ingat kepada kita.

Allah berfirman, “Karena itu, ingatlah kamu kepada Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu (dengan memberikan rahmat dan pengampunan).” (QS. Al-Baqarah: 152).

4. Dzikir itu diperintahkan oleh Allah agar kita berdzikir sebanyak-banyaknya.

Firman Allah, “hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41-42).

5. Banyak menyebut nama Allah akan menjadikan kita beruntung.

“Dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung.” (QS. Al-Anfal: 45). Pada Al-Qur’an dan terjemahan cetakan Al Haramain terdapat footnote (catatan kaki) bahwa menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya, maksudnya adalah memperbanyak dzikir dan doa.

6. Dzikir kepada Allah merupakan pembeda antara orang mukmin dan munafik, karena sifat orang munafik adalah tidak mau berdzikir kepada Allah kecuali hanya sedikit saja.

Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) dihadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisaa’: 142)

7. Dzikir merupakan amal ibadah yang paling mudah dilakukan.

Banyak amal ibadah yang sebetulnya mudah untuk kita lakukan. Semisal:

- Membaca basmalah ketika akan makan/minum

- Membaca doa keluar/masuk kamar mandi

- Membaca dzikir-dzikir sewaktu pagi dan petang

- Membaca doa keluar/masuk rumah

- Membaca doa ketika turun hujan

- Membaca dzikir setelah turun hujan

- Membaca doa ketika berjalan menuju masjid

- Membaca dzikir ketika masuk/keluar masjid

- Membaca hamdalah ketika bersin

- Membaca dzikir-dzikir ketika akan tidur

- Membaca doa ketika bangun tidur


Dan lain-lain banyak sekali amalan yang mudah kita dilakukan. Bila kita tinggalkan, maka rugilah kita berapa banyak ganjaran yang harusnya kita dapat, tetapi tidak kita peroleh padahal itu mudah untuk diraih. Coba saja hitung berapa banyak kita keluar masuk kamar mandi dalam sehari?

jangan lupa komentar, kritik, atau sarannya yooo... thnx :)

Cara Belajar Efektif

Untuk temen-temen semua, pasti sering bingung kan? Kenapa sich kita belajar dari pagi, siang, malam, tapi masih sering aja lupa, bingung dan gak paham, pahamnya hanya saat itu juga, nanti kalau sudah sehari udah lupa lagi dan masih kesulitan untuk memecahkan suatu persoalan yang padahal sudah kita pelajari pada waktu-waktu sebelumnya. Untuk itu nich aku kasih tips buat belajar yang efektif :

1. Pilih waktu yang tepat

Kita harus memilih waktu yang tepat entah pagi, siang ato malam. Waktu untuk belajar kita harus bisa nentuin mana yang terbaik atau nyaman buat kita belajar dan bisa konsentrasi.


2. Suasana yang tenang

Suasana perlu diperhatikan, dimana suasana tidak boleh gaduh dan tenang sehingga konsentrasi kita untuk belajar tidak terganggu oleh suara-suara dari luar.

3. Tempat yang nyaman

Untuk belajar agar efektif tempat yang kita pilih harus nyaman, dimana kita dapat belajar dengan penuh kenyamanan dan apa yang kita pelajari dapat dimengerti.

4. Sedikit demi sedikit

Sebaiknya kita belajar sedikit demi sedikit gag langsung banyak 1 buku, karena itu tidak akan efektif malah otak kita menjadi capek dan akhirnya jadi down.

5. Membuat ringkasan

Dengan membuat ringkasan akan memudahkan kita dalam belajar dan menghafal atau memahami.

6. Membuat kelompok belajar

Dengan dibentuknya kelompok belajar akan memudahkan kita semisalnya kita waktu belajar ada kesulitan maka dapat ditanyakan sama teman-teman kelompok belajarnya dan dapat saling bertukar pikiran, tapi kita harus selektif dalam memilih kelompok belajar soalnya sekarang belajar kelompok itu tidak dipergunakan untuk belajar tapi malah digunakan untuk ajang bermain atau ngobrol.


jangan lupa komentar, kritik, atau sarannya yooo... thnx :)

Just 4 Collections



















jangan lupa komentar, kritik, atau sarannya yooo... thnx :)

2 Februari 2010

Graffiti on Odejepe Radar Tarakan

ini adalah berita saya waktu UKM-Pers Universitas Borneo Tarakan mengadakan pelatihan jurnalistik pada agustus 2007 dengan konsep ODJP (One Day Journalist Practice) para peserta diberikan waktu untuk mencari dan meliput berita di seputaran kota Tarakan.

GRAFFITI: SENI YANG SALAH TEMPAT

Seni menggambar graffiti adalah sebuah kesenian yang sedang menjadi trend anak-anak muda Indonesia khususnya anak-anak Tarakan. Graffiti lebih digemari oleh anak-anak muda yang berjenis kelamin laki-laki, karena seni menggambar yang satu ini tidak mengenal aturan dalam pembuatannya. Pembuatan graffiti hanya perlu kekreatifan dari pembuatnya agar terlihat menarik untuk dipandang. Kesenian yang menular dari kebudayaan barat ini digandrungi oleh anak-anak muda karena alat yang digunakan untuk membuat graffiti sangat mudah didapat dan harganya yang terjangkau seperti pilox dan cat air.
Namun, keindahan dari kesenian ini tercemar karena media tempat yang digunakan tidak pada tempatnya. Media yang digunakan untuk membuat graffiti adalah tembok atau dinding bangunan. Para pembuat graffiti sering menggambar di tembok-tembok atau dinding bangunan tengah kota yang menurut pendapat beberapa orang hal itu sangat mengurangi keasrian dan keindahan daerah tersebut. Inilah pro dan kontra mengenai seni menggambar graffiti, ada yang menyukai hasil karya seni tersebut dan ada yang tidak menyukai dikarenakan salah dalam media tempat untuk membuatnya.

jangan lupa komentar, kritik, atau sarannya yooo... thnx :)

1 Februari 2010

Hidup Sehat Ala Nabi Muhammad SAW

Mau tau bagaimana cara hidup beliau???

Check it out.

1. SELALU BANGUN SEBELUM SUBUH

Rasul selalu mengajak ummatnya untuk bangun sebelum subuh, melaksanakan sholat sunah dan sholat Fardhu, sholat subuh berjamaah. Hal ini memberi hikmah yg mendalam antara lain :

- Berlimpah pahala dari Allah

- Kesegaran udara subuh yg bagus utk kesehatan/ terapi penyakit TB

- Memperkuat pikiran dan menyehatkan perasaan

2. AKTIF MENJAGA KEBERSIHAN

Rasul selalu senantiasa rapi & bersih, tiap hari kamis atau Jumaat beliau mencuci rambut-rambut halus di pipi, selalu memotong kuku, bersisir dan berminyak wangi. "Mandi pada hari Jumaat adalah wajib bagi setiap orang-orang dewasa. Demikian pula menggosok gigi dan memakai harum-haruman" (HR Muslim).

3. TIDAK PERNAH BANYAK MAKAN

Sabda Rasul : "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan) "(Muttafaq Alaih)

Dalam tubuh manusia ada 3 ruang untuk 3 benda : Sepertiga untuk udara, sepertiga untuk air dan sepertiga lainnya untuk makanan.Bahkan ada satu tarbiyyah khusus bagi ummat Islam dengan adanya Puasa Ramadhan untuk menyeimbangkan kesehatan.

4. GEMAR BERJALAN KAKI

Rasul selalu berjalan kaki ke Masjid, Pasar, medan jihad, mengunjungi rumah sahabat, dan sebagainya. Dengan berjalan kaki, keringat akan mengalir,pori- pori terbuka dan peredaran darah akan berjalan lancar. Ini penting untuk mencegah penyakit jantung.

5. TIDAK PEMARAH

Nasihat Rasulullah : "Jangan Marah" diulangi sampai 3 kali. Ini menunujukkan hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.

Ada terapi yang tepat untuk menahan marah :

- Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring

- Membaca Ta 'awwudz, karena marah itu dari Syaithon

- Segeralah berwudhu

- Sholat 2 Rokaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

6. OPTIMIS DAN TIDAK PUTUS ASA

Sikap optimis akan memberikan dampak psikologis yang mendalam bagi kelapangan jiwa sehingga tetap sabar, istiqomah dan bekerja keras, serta tawakal kepada Allah SWT.

7. TAK PERNAH IRI HATI

Untuk menjaga stabilitas hati & kesehatan jiwa, mentalitas maka menjauhi iri hati merupakan tindakan preventif yang sangat tepat.

Ya Allah,bersihkanlah hatiku dari sifat sifat mazmumah dan hiasilah diriku dengan sifat sifat mahmudah.

jangan lupa komentar, kritik, atau sarannya yooo... thnx :)

31 Januari 2010

Pembelajaran Kontekstual

Ada kecenderungan dewasa ini untuk kembali pada pemikiran bahwa anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan alamiah. Belajar akan lebih bermakna jika anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan memgetahuinya. Pembelajaran yang berorientasi pada penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi menggingat jangka pendek tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang.
Proses pengajaran akan lebih hidup dan menjalin kerjasama diantara siswa, maka proses pembelajaran dengan paradigma lama harus diubah dengan paradigma baru yang dapat meningkatkan kreativitas siswa dalam berpikir, arah pembelajaran yang lebih kompleks tidak hanya satu arah sehingga proses belajar mengajar akan dapat meningkatkan kerjasama diantara siswa dengan guru, siswa dengan siswa maka dengan demikian siswa yang kurang akan dibantu oleh siswa yang lebih pintar sehingga proses pembelajaran lebih hidup dan hasilnya lebih baik.
Kegiatan pendidikan adalah suatu proses sosial yang tidak dapat terjadi tanpa interaksi antar pribadi. Belajar adalah suatu proses pribadi, tetapi juga proses sosial yang terjadi ketika masing masing orang berhubungan dengan yang lain dan membangun pengertian dan pengetahuan bersama.

Pengertian Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning/CTL) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan mentransfer pengetahuan dari guru ke siswa. Tugas guru dalam kelas kontekstual ini adalah membantu siswa mencapai tujuannya, maksudnya guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja sama untuk menemukan suatu yang baru bagi anggota kelas (siswa).
Hal itu perlu dilakukan untuk tujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari (konteks pribadi, sosial, dan kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang secara fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari satu permasalahan /konteks ke permasalahan/ konteks lainnya. Karena Pembelajaran Kontekstual bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui peningkatan pemahaman makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan antara materi yang dipelajari dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sebagai individu, anggota keluarga, anggota masyarakat dan anggota bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut tentunya diperlukan guru-guru yang berwawasan CTL, materi pembelajaran yang bermakna bagi siswa, strategi, metode dan teknik belajar mengajar yang mampu mengaktifkan semangat belajar siswa, media pendidikan yang bernuansa CTL, suasana dan iklim sekolah yang juga bernuansa CTL sehingga situasi kehidupan sekolah dapat seperti kehidupan nyata di lingkungan siswa.

Beberapa pendapat tentang pembelajaran konstektual:

1. Nurhadi (2002, h. 5) mengemukakan, “Pembelajaran konstektual adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari dengan melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran efektif, yakni konstruktivisme, bertanya, menemukan, masyarakat belajar, permodelan dan penilaian sebenarnya”.

2. Erman Suherman (2003, h. 3) mengemukakan, “Pembelajaran dengan pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Leaning, CTL) adalah pembelajaran yang dimulai dengan mengambil (mensimulasikan, menceritakan, berdialog, atau tanya jawab) kejadian pada dunia nyata kehidupan sehari-hari yang dialami siswa kemudian diangkat ke dalam konsep yang dibahas”.

3. Joshua (2003, h. 2) mengemukakan : “Pembelajaran konstektual adalah suatu konsep tentang pembelajaran yang membantu guru-guru untuk menghubungkan isi bahan ajar dengan situasi-situasi dunia nyata serta penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga, warga negara, dan pekerja serta terlibat aktif dalam kegiatan belajar yang dituntut dalam pelajaran”.

Pendekatan kontekstual dalam buku Pendekatan Kontekstual yang diterbitkan oleh DEPDIKNAS tahun 2002, Pembelajaran Kontekstual (contextual Teching and Leaning) adalah konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapan dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan pendekatan konstektual memberikan penekanan pada penggunaan berpikir tingkat tinggi, transfer pengetahuan, permodelan, informasi dan data dari berbagai sumber. Dalam kaitan dengan evaluasi, pembelajaran dengan konstektual lebih menekankan pada authentik assesmen yang diperoleh dari berbagai kegiatan.


Hakekat Pembelajaran Kontekstual
Cara untuk mencapai kompetensi sebagaimana yang disuratkan dalam uraian Kurikulum dan Hasil Belajar pada dokumen KBK sebaiknya direncanakan, dipilih, serta dipersiapkan baik-baik agar kegiatan bermakna, bermanfaat, dan menarik bagi siswa. Berbagai variasi teknik mengajar dan belajar dipilih dan disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, materi, serta kebutuhan pembelajar.
Bahan-bahan dan variasi teknik belajar/mengajar tersebut seharusnya bermanfaat bagi siswa dan bermakna dalam arti dapat menambah pengetahuan baru berdasarkan pengetahuan awal siswa (prior knowledge) melalui pengalaman-pengalaman belajar mereka (constructivism). Hal yang perlu diperhatikan adalah guru dapat membawa siswa ke dalam situasi belajar yang dapat menghubungkan apa saja yang diperoleh di sekolah/kelas dengan apa yang ada di kehidupan nyata mereka.
Dengan demikian, siswa akan merasakan dan menyadari manfaat belajar dengan pergi ke sekolah sebab mereka dapat membuktikan sendiri dan menemukan jawaban dalam menghadapi kehidupan di luar kelas yang penuh dengan masalah. Mereka dapat saling membantu dan berbagi pengalaman dalam kelompok masyarakat belajar (learning community), sehingga timbul keingintahuan (inquiry) dengan tidak melupakan untuk melakukan refleksi diri.

Pembelajaran secara kontekstual berhubungan dengan:
1. Fenomena kehidupan sosial masyarakat, bahasa, lingkungan hidup, harapan dan cita yang tumbuh,
2. Fenomena dunia pengalaman dan pengetahuan murid, dan
3. Kelas sebagai fenomena sosial. Kontekstualitas merupakan fenomena yang bersifat alamiah, tumbuh dan terus berkembang, serta beragam karena berkaitan dengan fenomena kehidupan sosial masyarakat.

Dalam kaitannya dengan ini, maka pembelajaran pada dasarnya merupakan aktivitas mengaktifkan, menyentuhkan, mempertautkan; menumbuhkan, mengembangkan, dan membentuk pemahaman melalui penciptaan kegiatan, pembangkitan penghayatan, internalisasi, proses penemuan jawaban pertanyaan, dan rekonstruksi pemahaman melalui refleksi yang berlangsung secara dinamis.
Sementara itu, belajar pada dasarnya merupakan proses menyadari sesuatu, memahami permasalahan, proses adaptasi dan organisasi, proses asimilasi dan akomodasi, proses menghayati dan memikirkan, proses mengalami dan merefleksikan,dan proses membuat komposisi dan membuka ulang secara terbuka dan dinamis. Itulah sebabnya landasan CTL adalah konsep konstruktivisme.

Komponen Pembelajaran Kontekstual
Pembelajaran kontekstual melibatkan tujuh komponen utama pembelajaran, yaitu: konstruktivisme (constractivism), menemukan (inquiri), bertanya (questioning), masyarakat belajar (leaning community), pemodelan (modeling), refleksi (reflekction), dan penilaian yang sebenarnya (autentic assesment). Sebuah kelas dikatakan menggunakan pendekatan pembelajaran kontekstual apabila menerapkan ketujuh komponen tersebut dalam proses pembelajarannya.

Berikut ini adalah uraian mengenai ketujuh komponen utama dalam pembelajaran kontekstual yang terdapat pada Contextuan Teaching And Leaning (Depdiknas, 2002, h. 10 ) sebagai berikut :

1. Kontrukstivisme (Constractivism)

Kontrukstivisme merupakan landasan berpikir (filosofi) pendekatan kontekstual. Maksud konstruktivisme disini adalah pengetahuan dibangun oleh manusia sedikit demi sedikit, yang hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas (sempit) dan tidak secara mendadak. Dalam hal ini, manusia harus mengkontruksi pengetahuan itu dan memberi makna melalui pengalan nyata.

2. Menemukan (Inquiri)
Menemukan merupakan kegiatan inti dari proses pembelajaran kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh siswa diharapkan bukan hasil mengingat seperangkat fakta-fakta, tetapi hasil dari menemukan sendiri. Dalam hal ini tugas guru yang harus selalu merancang kegiatan yang merujuk pada kegiatan menemukan, apapun materi yang diajarkannya.

3. Bertanya (Questioning)
Bertanya merupakan strategi utama pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual. Dalam proses pembelajaran bertanya dipandang sebagai kegiatan guru untuk mendorong, membimbing dan menilai kemampuan berpikir siswa. Bagi siswa kegiatan bertanya merupakan bagian penting dalam melaksanakan pembelajaran yang berbasis penemuan (inquiri), yaitu menggali informasi, mengkonfirmasikan apa yang sudah diteliti dan mengarahkan perhatian pada aspek yang belum diketahui.

4. Masyarakat Belajar (Learning Community)
Konsep masyarakat belajar ini menyarankan agar hasil pembelajaran diperoleh dari kerjasama dengan orang lain. Hasil pembelajaran diperoleh dari berbagi antar teman, antar kelompok dan antar yang tahu dengan yang tidak tahu. Masyarakat belajar bisa terjadi apabila ada proses komunikasi dua arah, seseorang yang terlibat dalam masyarakat belajar akan memberi informasi yang diperlukan oleh teman bicaranya dan sekaligus juga meminta informasi yang diperlukan dari teman belajarnya. Oleh karena itu, dalam kelas kontekstual guru disarankan selalu melaksanakan pembelajaran dalam kelompok-kelompok belajar.

5. Pemodelan (Modeling)
Pemodelan maksudnya adalah bahwa dalam sebuah pembelajaran keterampilan atau pengetahuan tertentu harus ada model yang ditiru. Pemodelan akan lebih mengefektifkan pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual untuk ditiru, diadaptasi, atau dimodifikasi. Dengan adanya suatu model untuk dijadikan contoh biasnya akan lebih dipahami atau bahkan bisa menimbulkan ide baru. Salah satu contohnya pemodelan dalam pembelajaran misalnya mempelajari contoh penyelesaian soal, penggunaan alat peraga, cara menemukan kata kunci dalam suatu baca, atau dalam membuat skema konsep. Pemodelan ini tidak selalu oleh guru, bisa oleh siswa atau media yang lainnya.

6. Refleksi (Feflection)
Refleksi adalah cara berpikir apa yang baru dipelajari atau berpikir ke belakang tentang apa yang sudah kita lakukan di masa yang lalu. Refleksi merupakan respon terhadap kejadian, aktivitas, atau pengetahuan yang baru diterima. Refleksi adalah berpikir kembali tentang materi yang baru dipelajari, merenungkan lagi aktivitas yang telah dilakukan atau mengevaluasi kembali bagaimana belajar yang telah dilakukan. Refleksi berguna untuk mengevaluasi diri, koreksi, perbaikan, atau peningkatan diri. Membuat rangkuman, meneliti, dan memperbaiki kegagalan, mencari alternatif lain cara belajar (learning how to learn) dan membuat jurnal pembelajaran adalah contoh refleksi.

7. Penilaian yang Sebenarnya (Authentic Assesment)
Assesmen otentik adalah penilaian yang dilakukan secara komprehensif berkenaan dengan seluruh aktifitas pembelajaran yang meliputi proses dan produk belajar sehingga seluruh usaha siswa yang telah dilakukan mendapat penghargaan. Penilaian otentik seharusnya dilakukan dari berbagi aspek dan metode sehingga menjadi obyektif. Misalnya membuat catatan harian melalui observasi untuk menilai aktivitas dan motivasi, wawancara atau angket untuk menilai asfek afektif dan tes untuk menilai tingkat penguasaan siswa terhadap materi bahan ajar.

Dari ketujuh komponen tersebut, pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang berlandaskan pada dunia kehidupan nyata (real world), berpikir tingkat tinggi, aktivitas siswa, aplikatif, berbasis masalah nyata, penilaian komprehensif dan pembentukan mausia yang memiliki akal sehat.
Keberhasilan belajar siswa juga dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal siswa. Faktor internal merupakan kondisi dalam proses belajar yang berasal dari dalam diri siswa sehingga terjadi perubahan tingkah laku. Faktor internal ini antara lain kecerdasan, bakat, keterampilan/kecakapan, minat, motivasi, kondisi fisik dan mental.
Faktor eksternal yaitu seluruh kondisi di luar individu siswa yang langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi belajarnya. Faktor eksternal ini di antaranya lingkungan sekolah, keluarga, teman sepermainan dan masyarakat secara luas. Pendeknya aspek sosio-ekonomis, sosio-kultural dan keadaan masyarakat sangat berpengaruh dalam belajar seorang siswa.

Teori Pembelajaran Kontekstual

Pembelajaran Kontekstual dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya. Pendekatan Pembelajaran Kontekstual dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya sebagai berikut ini.

Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya :

1. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
2. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
3. Ciptakan masyarakat belajar.
4. Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran.
5. Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
6. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara

Salah satu strategi yang memenuhi prinsip pembelajaran berbasis kompetensi siswa melalui pembelajaran kontekstual (contextual teaching and learning) atau sering disingkat model CTL. Secara umum CTL dimaknai sebagai suatu konsepsi yang membantu guru mengaitkan isi materi pelajaran dengan keadaan dunia nyata. Pembelajaran ini memotivasi siswa untuk menghubungkan pengetahuan yang diperoleh di kelas dan penerapannya dalam kehidupan siswa sebagai anggota keluarga, warga masyarakat dan nantinya sebagai tenaga kerja (US Department of Education and the National School-to-work Office, 2001).
Proses belajar akan sangat efektif bila pengetahuan baru diberikan berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang sudah dimiliki siswa sebelumnya. Pengetahuan yang diberikan hendaknya ada hubungan yang erat dengan pengalaman nyata siswa sesungguhnya. Katz (1981) menyatakan bahwa suatu program pembelajaran bukanlah sekadar suatu kumpulan mata pelajaran, namun lebih dari itu. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun program pembelajaran antara lain peran guru, hakikat pengajaran dan pembelajaran dan misi sekolah dalam masyarakat.
Melalui pendekatan ini diharapkan pembelajaran mudah dipahami siswa. Isi pelajaran tidak di awang-awang dan mempermudah siswa menghayati makna pembelajaran secara mendalam. Selama ini pembelajaran hanya teori yang muluk-muluk, sementara siswa tidak mudheng, akibatnya siswa mudah lupa dan pembelajaran membosankan anak.
Kata kunci dalam pembelajaran ini antara lain real world Learning, mengutamakan pengalaman nyata, berpikir tingkat tinggi, berpusat pada siswa. Siswa aktif, kritis dan kreatif, pengetahuan bermakna dalam kehidupan, dekat dengan kehidupan nyata. Serta adanya perubahan tingkah laku, siswa praktik bukan menghafal dan siswa tertantang untuk memecahkan masalah.
Strategi pembelajaran yang berasosiasi dengan pendekatan CTL antara lain Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), pendekatan proses, life skills education, authentic instruction, inquiry-based learning, problem based learning, cooperative learning dan service learning.
Tujuan dari penerapan dan pendekatan pembelajaran konstektual adalah untuk meningkatkan prestasi belajar siswa melalui peningkatan pemahaman makna materi pelajaran yang dipelajari dengan mengaitkan antara materi yang dipelajari dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari sebagai individual, anggota keluarga, anggota masyarakat dan anggota bangsa.

Untuk mencapai tujuan tersebut, sejumlah hasil yang diharapkan dalam penerapan pendekatan pembelajaran konstektual, diantaranya adalah :

1. Guru yang berwawasan.
2. Materi dalam pembelajaran.
3. Strategi metode dan teknik belajar mengajar.
4. Media pendidikan
5. Fasilitas
6. Proses belajar mengajar
7. Penilaian
8. Suasana.

Kesimpulan
Pembelajaran konstektual merupakan pendekatan belajar yang mendekatkan materi yang dipelajari oleh siswa dengan konteks kehidupan sehari-hari siswa. Jika dilaksanakan dengan baik, pembelajaran konstektual dapat meningkatkan makna pembelajaran ini pada gilirannya menimbulkan hasil belajar siswa, baik hasil belajar yang berupa kemampuan dasar maupun kemampuan fungsional. Berdasarkan komponen-komponen dan teori yang sesuai dengan sifat pembelajaran kontekstual, maka pendekatan pembelajaran konstektual memerlukan guru yang gemar mempelajari konteks untuk dikaitkan dengan materi pelajaran yang diajarkan.

Saran
Dalam pembelajaran konstekstual diperlukan guru yang berwawasan luas yang dapat mengaitkan mata pelajaran dengan kehidupan sehari-hari serta materi pembelajaran dikaitkan dengan konteks kehidupan siswa. Strategi guru dalam proses pembelajaran kontekstual sangat menetukan keberhasilan siswanya. Guru melakukan perubahan kebiasaan dalam proses belajar mengajar, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian hasil belajarnya. Sebagai calon pendidik (guru) pembelajaran kontekstual ini sangat penting karena dapat membantu siswa untuk lebih mudah menerima materi pelajaran yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

jangan lupa komentar, kritik, atau sarannya yooo... thnx :)

13 Februari 2009

Sasuke Uchiha: The Avenger


siapa sich yang gak tau komik NARUTO sekarang nich???
tu orang perlu dibelasah kale yac. secara, NARUTO sekarang lagi booming masa dia kagak tau. Naruto adalah komik jepang atau manga yang sekarang ini lagi digemari oleh orang2 khususnya para remaja yang hobi membaca komik. judul naruto sendiri diambil dari karakter fiktif utama komik itu sendiri,
NARUTO UZUMAKI. naruto merupakan salah seorang ninja yang suka berbuat jahil di desanya, Konohagakure. setelah lulus dari ujian akademi dan dinyatakan sebagai ninja genin, naruto bergabung dengan TEAM 7 yang diisi oleh SAKURA HARUNO DAN SASUKE UCHIHA yang dipimpin oleh ninja jonin elite KAKASHI HATAKE.
secara khusus, saya lebih memfavoritkan Sasuke Uchiha. karena apa ya, mungkin karena keren aja kali yach. sasuke memiliki masa lalu yang buruk, dimana seluruh keluarganya (klan uchiha) dibantai habis oleh kakak kandungnya sendiri ITACHI UCHIHA. itachi tidak membunuh sasuke karena dia berharap sasuke akan datang untuk membunuhnya. dibalik itu semua, itachi memiliki tujuan yang lain yaitu ingin menyempurnakan mata mangekyoushi sharingan miliknya dengan mengambil mata sharingan milik sasuke. namun tujuan itu tidak bisa dicapainya karena sasuke berhasil mengalahkan itachi dalam pertarungan yang sangat sengit. sebelum mati, itachi tersenyum kepada sasuke, pertarungan itu disaksikan langsung oleh ZETSU (salah satu anggota akatsuki). setelah pertarungan itu sasuke pingsan disebelah mayat itachi, kemudian tubuhnya diangkat oleh tobi yang tidak lain adalah MADARA UCHIHA dan ketua akatsuki ke suatu tempat. setelah sasuke sadar dari pingsannya, tobi menceritakan kenapa itachi membantai seluruh anggota klannya. certita tersebut menarik sasuke untuk bergabung dengan akatsuki yang tersisa 4 orang, antara lain madara uchiha, pein, konan dan zetsu. tugas pertama sasuke sebagai anggota akatsuki adalah membawa jinchuriki berekor 8 di desa kumogakure, misi itu sukses dan sasuke menggunakan mata mangekyoushi sharingan yang diberikan itachi sebelum kematiannya.
Sasuke Uchiha (うちはサスケ Uchiha Sasuke?) adalah seorang karakter fiktif dari komik dan anime Naruto. Nama depan Sasuke, konon berasal dari nama seorang ninja legendaris, Sarutobi Sasuke. Sedangkan nama belakangnya, "Uchiha" dibaca sebagai "uchiwa", atau "kipas kertas" (kipas yang terbuat dari kertas). Pada zaman Jepang Kuno, uchiwa seringkali dipakai dalam upacara kerajaan, sebagai souvenir, atau digunakan untuk melindungi prajurit dari serangan anak panah. Namun menurut filosofi dalam komik Naruto, "uchiwa" adalah sebuah kipas yang mampu mengobarkan bara menjadi api, yang menggambarkan kemampuan klan Uchiha yang mampu menggemblang keturunan mereka menjadi seorang ninja yang hebat.
Dalam seri Naruto, Sasuke adalah seorang ninja jenius dari sebuah klan terkemuka di Konoha, Klan Uchiha. Klan Uchiha dikenal dengan garis keturunan khususnya yaitu Sharingan, begitu juga dengan kemampuan mereka menguasai elemen api. Klan ini juga memberikan kontribusi besar sebagai pasukan keamanan Konoha. Seperti kebanyakan anggota klan Uchiha, Cakra Sasuke lebih mengarah ke elemen api, namun dia juga dapat memanipulasi elemen listrik, seperti yang ditunjukkannya saat melakukan jurus Chidori. Sasuke juga berhasil menguasai jutsu Amaterasu yang dia dapat dari kakaknya, Itachi Uchiha.
Terlalu banyak basa basi yac, langsung aja saya tampilkan beberapa gambar2 sasuke.






jangan lupa komentar, kritik, atau sarannya yooo... thnx :)

12 Februari 2009

WISE WORDS OF NARUTO COMIC

dalam posting saya yang pertama ini, saya menulis tentang kata2 indah atau sejenis kata2 mutiara gitu deh, bisa dibilang kata2 bijak juga yang saya catat adri beberapa komik dan film.

banyak yang bilang kalo komik itu hanya kumpulan cerita2 yg kekanak-kanakan. itu menurut pandangan orang yang gak suka terhadap komik, tapi, bagi orang yang hobi atau gemar membaca komik, mereka tidak hanya membaca ceritanya saja. Mereka begitu mendalami dan menghayati kandungan atau inti dari cerita tersebut. Dan kemudian menyimpulkan sendiri hal posotif yang menarik. Ternyata gak hanya memberi cerita2 yg seru dan keren2, dalam komik terselip kata2 bijak yang bahkan gak disadari oleh pembacanya.

saya sebagai orang yang gemar membaca komik khususnya NARUTO, mencatat beberapa kalimat yang saya temui dari beberapa komik yang saya baca. selain itu, saya juga mencatat beberapa kalimat dari beberapa film yang saya tonton.

MELINDUNGI ORANG YANG BERHARGA BAGI KALIAN ADALAH HAL YANG TIDAK BOLEH DILUPAKAN
> 3rd HOKAGE SARUTOBI
> NARUTO
> JILID 11
> HALAMAN 78

KITA BUKAN ORANG YANG BERUNTUNG, TAPI BUKAN YANG TERBURUK
> KAKASHI HATAKE
> NARUTO
> JILID 20
> HALAMAN 111

TAKDIR BUKAN SESUATU YANG BISA DIPUTUSKAN OLEH SIAPAPUN
> NEJI HYUUGA
> NARUTO
> JILID 22
> HALAMAN 147

DI DUNIA INI, SEMUANYA TIDAK SELALU BERJALAN SESUAI HARAPAN KITA
> OROCHIMARU
> NARUTO
> JILID 23
> HALAMAN 41

MANUSIA TAKKAN BISA MENANG DARI RASA KESEPIAN
> GAARA
> NARUTO
> JILID 24
> HALAMAN 182

ORANG YANG TIDAK MENGHARGAI TEMANNYA, LEBIH RENDAH DARI SAMPAH
> OBITO UCHIHA
> NARUTO
> JILID 27
> HALAMAN 123 (EDISI KHUSUS KAKASHI GAIDEN)

KEINDAHAN ABADI ADALAH SENI
> SASORI
> NARUTO
> JILID 30
> HALAMAN 31

HIDUP DENGAN KEPERCAYAAN BAHWA COBAAN ITU BERGUNA UNTUK MENEMPA DIRI SENDIRI
> JIRAIYA
> NARUTO
> JILID 42
> HALAMAN 46

SEMUA ORANG HIDUP TERIKAT DAN BERGANTUNG PADA PENGETAHUAN ATAU PERSEPSINYA SENDIRI
> ITACHI UCHIHA
> NARUTO
> JILID 42
> HALAMAN 102

KALAU TERUS RAGU, TAKKAN MENGHASILKAN APA-APA
> SHIKAMARU NAARA
> NARUTO
> JILID 44
> HALAMAN 73

SAAT SESEORANG TAHU KASIH SAYANG, DIA JUGA MENANGGUNG RESIKO KEBENCIAN
> SASUKE UCHIHA
> NARUTO
> JILID 45
> HALAMAN 74

YANG TIDAK MENGENAL PENDERITAAN TAKKAN TAHU ARTI KEDAMAIAN SEJATI
> TENDO PAIN
> NARUTO
> JILID 46
> HALAMAN 115

SEMUA HAL SELALU TERJADI TIDAk TERDUGA, DAN ALASANNYA BARU KITA SADARI BELAKANGAN
> TENDO PAIN
> NARUTO
> JILID 47
> HALAMAN 58

RASA SAYANG ITULAH YANG AKAN MENCIPTAKAN KORBAN, SERTA KEBENCIAN
> TENDO PAIN
> NARUTO
> JILID 47
> HALAMAN 92

SELAMA ADA CINTA, KEBENCIAN AKAN TERCIPTA
> MINATO NAMIKAZE ( YONDAIME = HOKAGE 4th )
> NARUTO
> JILID 47
> HALAMAN 143

ORANG LAIN TAKKAN BISA MENGERTI APA YANG KITA RASAKAN TANPA MENGALAMI PENDERITAAN YANG SAMA
> TENDO PAIN
> NARUTO
> JILID 47
> HALAMAN 159

gimana??? keren2 en penuh makna kan kata2nya. bisa dijadikan pedoman hidup juga loh. selain dari NARUTO, saya juga punya wisewords laennya dari film, novel ataupun dari manga yang lain.

TAK ADA ALASAN YANG LOGIS UNTUK SALING MENOLONG
> SHINICHI KUDO
> DETECTIVE CONAN
> JILID 35
> HALAMAN 62

MANUSIA HARUS MEMILIKI KEKUATAN UNTUK MENGUBAH MASA DEPAN
> L LAWLIET
> DEATH NOTE

HIDUP ITU SEDERHANA, TENTUKAN PILIHANMU DAN JANGAN MENYESAL
> HAHN
> THE FAST AND THE FURIOUS: TOKYO DRIFT

PELUANG MEMIHAK PIKIRAN YANG SIAP
> TRAVIS DANE
> UNDER SIEGE

ORANG MENILAI DARI APA YANG MEREKA LIHAT, BUKAN DARI SIAPA KAMI ( APA YANG MEREKA KETAHUI )
> BARTLEBY GAINES (JUSTIN LONG)
> ACCEPTED

KITA COBA YANG TAK MUNGKIN, KARENA YANG MUNGKIN TIDAK BERHASIL
> SEAN PORTER
> DWAYNE “THE ROCK” JOHNSON
> GRIDIRON GANG

DON’T BE NICE, CAUSE THE WORLD ISN’T NICE
> HOW TO MAKE A MONSTER

CINTA BISA MELUKAI, ENTAH KARENA KEKURANGAN KASIH SAYANG ATAU TERLALU BANYAK KASIH SAYANG
> TIMERI N MURARI
> TAJ

DONT EVER THOUGHT YOU CANT CHANGE THE WORLD, BUT U HAD THOUGHT YOU CAN CHANGE YOURSELF BE BETTER THAN YESTERDAY

KITA MEMANG TIDAK BISA MERUBAH TAKDIR YANG TELAH DITETAPKAN, TAPI KITA BISA MEMBUAT TAKDIR KITA MENJADI LEBIH BAIK

ORANG BELAJAR SEDIKIT DARI KESUKSESAN,TAPI BELAJAR BANYAK DARI KEGAGALAN

TO BE SILENT IS THE BIGGEST ART IN A CONVERSATION (SIKAP DIAM ADALAH SENI YANG TERHEBAT DALAM SUATU PEMBICARAAN )

TIDAK SEMUA PERBUATAN BAIK YANG KAMU LAKUKAN DAPAT DITERIMA BAIK PULA OLEH ORANG LAIN

jangan lupa komentar, kritik, atau sarannya yooo... thnx :)